Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi https://journal.president.ac.id/index.php/expose <p><strong>Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi</strong> (ISSN <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1524018517&amp;476&amp;&amp;">2620-8105</a>; E-ISSN <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1524019049&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2621-0304)</a> is an accredited biannual peer-reviewed journal published by President University. It is accredited <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/detail/?id=5959" target="_blank" rel="noopener">SINTA 4</a> valid for five years up to April 2026.</p> <p><strong>Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi</strong> has a scope relevant and related (but not limited) to Communication, Media, and Cultural Studies; Journalism; Political Communication; Public Relations; Marketing Communication; Advertising; Organizational Communication; Social Media Management; Communication Management; and Communication Technology.</p> <p>IMPORTANT: Before you submit a manuscript, make sure that your paper is prepared using <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1r08xOgeZTHxEjTI205B3iY5wZDziCkWM/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Template for Submission</a>, </strong>has been proofread and polished carefully, and adheres to the <strong>Author Guidelines</strong>.</p> en-US <h4 class="b-header" data-v-02ee162d="">Attribution-NonCommercial 4.0 International</h4> <p class="license-full-description body-big" data-v-02ee162d="">This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only.</p> <section class="items-description" data-v-02ee162d=""> <ul> <li class="license-list-item by" data-v-02ee162d=""><span class="readable-string" data-v-02ee162d=""><span data-v-02ee162d=""><strong data-v-02ee162d="">BY:</strong> Credit must be given to you, the creator.</span></span></li> <li class="license-list-item nc" data-v-02ee162d=""><span class="readable-string" data-v-02ee162d=""><span data-v-02ee162d=""><strong data-v-02ee162d="">NC:</strong> Only noncommercial use of your work is permitted.</span></span><span class="description-caption caption" data-v-02ee162d="">Noncommercial means not primarily intended for or directed towards commercial advantage or monetary compensation.</span></li> </ul> </section> <div data-v-02ee162d=""><a class="license-deed-link" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-v-02ee162d="">See the License Deed</a></div> expose.comm@president.ac.id (Mohammad Shihab) shihab@president.ac.id (Mohammad Shihab) Mon, 19 Jan 2026 02:02:46 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 STRATEGI KOMUNIKASI BUDAYA PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA SEGARAJAYA KABUPATEN BEKASI https://journal.president.ac.id/index.php/expose/article/view/215 <p>Upaya mempromosikan pariwisata berbasis kearifan lokal mendesak sebagai strategi fundamental di tengah modernisasi untuk mempertahankan identitas, memberdayakan ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Desa Segarajaya, Kabupaten Bekasi, memiliki kekayaan kearifan lokal yang belum optimal dimanfaatkan untuk pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan strategi komunikasi budaya yang kontekstual, partisipatif, dan adaptif terhadap digitalisasi guna mengoptimalkan potensi tersebut. Penelitian kualitatif studi kasus ini melibatkan pemerintah desa, komunitas, dan pengelola wisata Desa Segarajaya sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, lalu dianalisis secara tematik. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan strategi komunikasi budaya kontekstual-partisipatif, fokus pada desa pesisir peri-urban, integrasi kearifan lokal dalam komunikasi pariwisata, dan pengembangan model berbasis komunitas. Temuan utama menunjukkan bahwa strategi komunikasi budaya paling efektif adalah kombinasi dari Narasi Digital Berbasis Cerita Lokal dan Keterlibatan Komunitas Aktif. Media sosial dominan digunakan sebagai sarana storytelling otentik, bukan hanya promosi destinasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital pengelola komunitas dan kurangnya integrasi antar-platform digital. Hasil penelitian mengimplikasikan perlunya Kebijakan Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Digital terstruktur bagi pemangku kepentingan desa. Pemerintah Daerah juga perlu memfasilitasi Peta Jalan Digitalisasi Pariwisata Berbasis Komunitas, dengan kearifan lokal sebagai konten utama, serta memastikan alokasi dana desa untuk infrastruktur dan keterampilan komunikasi digital yang berkelanjutan.</p> Reni Novia, Dede Sulaeman, Nurul Rahmawati Putri Pertiwi, Mikael Zidane Alvin Ramadian Copyright (c) 2026 Reni Novia, Dede Sulaeman https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.president.ac.id/index.php/expose/article/view/215 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000